Honda tetap menentang kebijakan kontrol ECU

13 February 2014

Wakil presiden HRC Shuhei Nakamoto menjelaskan bahwa Honda tetap akan menentang kebijakan yang mewajibkan kontrol ECU di MotoGP.

"Honda ada di sini karena kami tertarik untuk mengembangkan mesin. Jika kami tidak bisa mengembangakan mesin, kami kehilangan kesempatan untuk mengembangkan balapan," kata Nakamoto dikutip dari crash.net.

"Ini adalah opini anggota dewan Honda, bukan dari diri saya sendiri. Jika ada aturan yang menuliskan bahwa 'Anda tidak bisa mengembangkan piranti lunak, semuanya sudah ditetapkan,' maka dengan segera Honda berhenti membalap," ujar Nakamoto menegaskan.

Peraturan yang baru menyatakan bahwa perangkat ECU dari Magneti Marelli akan digunakan di musim 2014. Namun, tim pabrikan masih diperbolehkan menggunakan ECU sendiri dengan ganti pengurangan bahan bakar, perubahan mesin, dan penghentian pengembangan mesin yang terkait kategori Terbuka.

Aturan untuk tim pabrikan ini dirancang berlaku hingga 2016, walaupun begitu, banyak yang menyakini bahwa akhirnya kontrol perangkat dan piranti lunak ECU akan jadi kewajiban untuk semua tim.

Terkait pembatasan mesin dimana tim pabrikan hanya bisa menggunakan 5 mesin tahun ini, Nakamoto masih melihat hal ini sebagai kesempatan pada bagian R&D untuk melakukan pengembangan.

"Dulu desainer mesin balap berkonsentrasi membuat mesin yang kuat. Sekarang mereka harus membuat mesin dengan memiliki performa yang tahan lama. Ini sangat berguna di masa depan," ujarnya.

Ditanya apakah penghentian pengembangan mesin untuk tahun ini akan bertentangan dengan semangat pengembangan mesin, Nakamoto mengatakan "Kami masih bisa melakukan pengembangan mesin untuk motor tahun depan."

Sementara bagi Nakamoto, mengubah penggunakan ECU dari milik Honda ke milik Magneti Marelli yang diwajibkan hanya sia-sia.

"Seperti pindah penggunaan komputer dari Mac ke Windows," katanya. "Tahun lalu, ECU Honda lebih kecil, murah dan lebih besar kapasitasnya. Perangkat ECU Magneti Marelli  lebih mahal!"