Last updated: 22 April 2015

Ban adalah salah satu komponen kendaraan yang memiliki fungsi yang sangat vital,selain pengendali arah kendaraan ban juga berfungsi sebagai penaggung berat beban kendaraan termasuk penumpangnya hal ini sangat mempengaruhi kestabilan dan performa ban saat digunakan sehingga diperlukan ketepatan dalam pemilihan ban untuk kendaraan.

  1. Tekanan angin kurang atau berlebih
  2. Beban berlebihan
  3. Pengereman dan akselerasi yang berlebihan
  4. Kondisi musim, saat musim kemarau ban akan lebih cepat aus  
  5. Power motor besar tetapi penggunaan ban relatif kecil
  6. Material karet kompon ban. Kompon lunak akan lebih cepat habis daripada kompon keras
  7. Permukaan jalanan yang abrasif atau penuh zat yang bersifat merusak karet (bensin, oli dll)
  1. Pastikan ruangan terlindung dari sinar matahari dan ultraviolet
  2. Pastikan bahwa temperatur ruangan terjaga agar tidak terjadi perubahan suhu yang ekstrem secara terus menerus
  3. Penyimpanan jangan ditumpuk, sebaiknya didirikan satu persatu

Dalam memasang ban ada beberapa hal yang harus diperhatikan demi keselamatan pengendara dan keawetan ban diantaranya:

  1. Gunakan peralatan yang tidak merusak ban atau pelek
  2. Pastikan pelek sejajar dengan rim line saat terpasang
  3. Pastikan arah putar sesuai dengan petunjuk
  4. Cek tekanan angin agar sesuai dengan standarnya
  5. Sesuaikan ukuran ban dalam terhadap ban luarnya
  6. Pastikan tidak ada benda asing seperti krikil tajam, beling atau paku di dalam ban
  7. Gunakan selalu rim tape untuk melindungi ban dalam dari tusukan spoke pelek
  8. Pastikan bahwa posisi “valve” ban dalam sesuai dengan tanda posisi “valve” yang tertera pada ban
  9. Kencangkan mur ban dalam seperlunya
  10. Setelah mengganti ban belakang sejajarkan posisinya agar lurus terhadap ban depan untuk menghindari keolengan
  11. Setelah ban terpasang tarik beberapa kali tuas rem terutama rem hidrolik sampai terasa tekanan rem sudah kembali normal untuk menghindari terjadinya rem blong
  12. Maksimum tekanan saat fitting awal adalah 40 psi. Setelah proses fitting selesai, atur tekanan angin ban 28-30 psi untuk penggunaan harian atau 20-23 psi untuk pengunaan balapan. Jangan lupa setelah itu tutup valve dengan valve cap
  13. Khusus untuk motor dengan rem cakram tarik tuas rem beberapa kali sampai tekanan rem kembali normal
  1. Periksa tekanan angin dan kondisi fisik secara berkala
  2. Saat motor diparkir gunakan standard tengah untuk mengurangi tekanan pada ban pada posisi yang sama diwaktu yang lama
  3. Hindari kontaminasi dengan cairan-cairan kimia yang merusak,oli dan bensin segera bersihkan dengan air dan sabun jika terkena cairan tersebut
  4. Hindari kontak dengan sinar matahari dengan waktu yang lama karena akan membuat karakter karet ban berubah
  5. Demi keamanan, ganti ban yang sudah melewati batas TWI (Tread Wear Indicator), indikator keausan ban

Tanda kuning di ban memang harus dipasang tepat di valve. Fungsinya untuk memaksimalkan performa ban karena ban seimbang. Hal ini berlaku untuk ban tubetype maupun ban tubeless.

Ban FDR sendiri sudah dirancang dengan keseimbangan yang baik sehingga jika titik kuning jika tidak sengaja tidak tepat ada di valve tidak akan terlalu bermasalah. Namun, untuk memaksimalkan performa sangat dianjurkan untuk menempatkan titik kuning di valve.

Secara konstruksi ban tubeless memiliki lapisan inner liner yang bisa menjaga agar udara yang dipompa ke ban tidak keluar.

Iya. Dalam penggunaannya, ban tubeless HARUS menggunakan pelek tubeless. Pelek untuk ban tubeless berbeda dengan pelek ban tubetype. Pada bibir pelek tubeless ada tonjolan yang berfungsi untuk mengunci ban pada peleknya agar ban tidak terlepas saat motor melaju dalam kecepatan tinggi atau saat membawa beban berat (lihat gambar). Mengendarai motor dengan ban tubeless dalam keadaan kurang angin berisiko ban terlepas dari peleknya jika tidak menggunakan pelek untuk ban tubeless. Jika ban posisi ban bergeser tekanan angin ban tubeless bisa hilang tiba-tiba dan sangat membahayakan pengendara motor.

 

Caption foto: Hump (tonjolan) pada pelek tubeless.

Ada beberapa metode dalam menambal ban tubeless, diantaranya adalah:

  1. Penambalan dari luar. Metode penambalan yang paling banyak dan sering dilakukan oleh bengkel-bengkel tambal ban.Metode ini bisa dilakukan jika kebocoran pada ban tidak besar dan berada pada area crown.
  2. Penambalan dari dalam. Metode penambalan dari sisi dalam ban dengan tambahan material penambal khusus yaitu Rubber Patch. Metode ini diperlukan jika lubang kebocoran pada ban dinyatakan besar.

Jika lubang pada ban menyebabkan benang cord terputus sebaiknya ban diganti.

  1. Periksa apakah ukuran ban terhadap pelek sudah sesuai.
  2. Periksa valve terhadap kebocoran ganti jika perlu.
  3. Periksa bibir pelek yang bersentuhan dengan ban apakah masih mulus atau sudah rusak karena bengkok, cat terkelupas, ada benda asing, permukaan kasar atau ketidaksempurnaan lainnya, perbaiki/ganti jika perlu.
  4. Periksa apakah ban pernah ditambal, jika ya cek kondisinya perbaiki/ganti ban jika diperlukan.
  5. Periksa kondisi pelek terhadap keretakan, jika pelek pernah bengkok dan di-press ulang maka ada kemungkinan pelek retak sehingga harus diganti.
  6. Periksa apakah rim line sudah sejajar dengan bibir pelek, perbaiki posisinya jika perlu.
  1. Saat tertusuk benda tajam angin keluar sedikit demi sedikit, asalkan benda tajam tersebut tidak dicabut dari ban
  2. Lapisan inner liner membuat konstruksi ban tubeless lebih kokoh sehingga lebih stabil  menahan goncangan

Ban tubeless memiliki lapisan tambahan, yaitu inner liner. Lapisan khusus pada ban tubeless ini berfungsi sama dengan ban dalam, yaitu sebagai kantung udara mencegah udara keluar dari ban. Sedangkan ban tubetype tidak memiliki inner liner. Hal inilah yang membuat ban tubeless lebih berat daripada ban tubetype.

Jawabannya bisa. Manfaat penggunaan nitrogen pada ban kendaraan seperti mobil dan truk ringan sudah teruji sehingga penggunaan pada ban motor juga diperbolehkan. Mengisi ban dengan nitrogen justru membantu ban lebih awet, lebih baik dalam menjaga tekanan angin ban yang berefek pada konsumsi bahan bakar yang lebih ekonomis dan pengendalian (handling) motor yang lebih baik. Ban harus diisi dengan nitrogen dengan tekanan yang sama dengan ban yang diisi udara, seperti yang direkomendasikan oleh pabrikan ban.

Keausan ban disebakan oleh dua faktor, yaitu:
1. Faktor yang tidak bisa dihindari, seperti jalan berkelok-kelok atau jenis permukaan jalan yang dilewati. Ban yang melewati jalanan rusak dengan aspal terkelupas tentu akan lebih cepat aus dibanding ban yang melewati jalan dengan aspal yang masih bagus.

2. Faktor yang bisa dikendalikan oleh si pengendara:
- Tekanan angin ban. Ban yang sering kurang  tekanan angin akan lebih cepat aus dibanding ban yang tekanannya selalu terjaga sesuai standar.
- Beban yang diangkut. Jika beban yang diangkut oleh motor sering melebihi batas kemampuan ban akan cepat aus.
- Kecepatan kendaraan. Semakin sering melaju dalam kecepatan tinggi, semakin cepat ban aus.
- Gaya mengemudi. Semakin halus pengereman dan akselerasi, ban akan lebih awet.  

Kombinasi beberapa faktor tersebutlah yang mempengaruhi kecepatan keausan ban berbeda-beda.

Tidak seperti ban mobil, ban motor yang kurang angin tidak mudah terlihat. Dengan ban mobil, jika tekanan anginnya berkurang 5-10 psi saja sudah langsung terlihat dinding ban akan sedikit menonjol. Konstruksi ban motor yang lebih kaku menyebabkan jika tekanan angin ban tidak hilang secara signifikan maka tidak akan langsung terlihat. Selain itu, kebiasaan menekan ban untuk merasakan apakah ban kurang angin juga kurang efektif. Itulah sebabnya, Anda perlu berinvestasi membeli alat pengukur tekanan angin ban. Lakukan pengecekan tekanan angin ban secara rutin, setidaknya seminggu sekali.  
 

Coba cek rim line. Salah satu penyebab ban oleng adalah jika rim line tidak sejajar bibir velg.

Solusinya, kempiskan  ban tersebut, sesuaikan lagi posisi ban lalu isi lagi hingga tekanan maksimum hingga ban terpasang dengan benar di velg. Biasanya ditandai dengan bunyi keras, seperti suara petasan, tanda ban terpasang di velg-nya

Kemudian cek apakah rim line sudah sejajar dengan bibir velg. Setelah itu, sesuaikan tekanan angin ban untuk penggunaan harian.

Setiap ban balap memiliki suhu operasional optimum dimana saat mencapai suhu tersebut performa ban maksimal. Tire warmer berguna untuk menjaga suhu ban jelang balapan. Dengan menggunakan tire warmer, ban balap akan lebih cepat mencapai suhu optimum sehingga pembalap bisa langsung memacu motornya.
 

Tidak ada perbedaan, sama-sama menggunakan tekanan angin yang direkomendasikan, yaitu:
Untuk penggunaan harian
- 29 psi, ditambah atau dikurangi 2 psi, untuk ban depan
- 33 psi, ditambah atau dikurangi 2 psi, untuk ban belakang
Tergantung kenyamanan pengendara

Untuk balapan
- 20 psi, ditambah atau dikurangi 2 psi, untuk ban depan
- 22 psi, ditambah atau dikurangi 2 psi, untuk ban belakang
Tergantung kenyamanan pengendara

  1. Segera pergi ke tambal ban, jangan tunggu hingga ban benar-benar kempis. Udara dalam ban tubeless yang bocor tidak langsung hilang namun, udara akan tetap merembes keluar dari sela-sela paku.
  2. Sebaiknya tuntun motor ke tambal ban, agar paku yang menancap tidak menggores dinding velg hingga rusak.

Jika mengganti ban tubetype, maka ganti juga ban dalamnya.
Alasannya:
Seiring penggunaan karet ban dalam akan melar. Jika ban dalam tersebut dipasangkan di ban tubetype baru maka ban dalam bisa terlipat akibat ban dalam menipis.

Jika mengganti ban tubeless, maka ganti juga bagain pentil atau valve.
Alasannya:
Seiring penggunaan, dimana ban berakselerasi dan mengerem atau sering dikendarai dalam kecepatan tinggi, menimbulkan gaya sentrifugal yang mendorong pentil hingga bengkok. Ganti pentil jika sudah bengkok, sebaiknya pilih pentil yang pendek agar tidak bengkok.
 

Partners :