Teknologi ban hemat energi FDR terbukti unggul

27 April 2017
Sumber bahan bakar yang tak terbarukan telah memacu berbagai pihak untuk membuat kendaraan hemat energi, tidak terkecuali FDR. Dalam beberapa tahun terakhir FDR menjalin kerjasama dengan para mahasiswa untuk mengembangkan ban berteknologi hemat energi dan mendukung mereka saat mengikuti kompetisi kendaraan hemat energi.
 
Pada perlombaan Shell Eco Marathon 2017 tingkat Asia lalu, FDR mendukung 10 universitas di Indonesia yang bersaing dalam kategori Urban Concept dengan menyediakan ban prototipe yang dibuat khusus untuk kompetisi tersebut. “Kami harap ketika mereka mewakili Indonesia, mereka menggunakan komponen berkualitas hasil produksi dalam negeri termasuk ban FDR yang tidak kalah dengan merek-merek impor,” ujar Herry Junaedi, direktur marketing PT Suryaraya Rubberindo Industries selaku produsen ban FDR.
 
Ban prototipe FDR dibuat dengan konstruksi, kompon, dan bobot yang dirancang untuk menghemat energi  dan memiliki daya gelinding jauh sehingga mesin kendaraan bisa bekerja secara efisien namun juga tetap memiliki performa  yang baik saat kompetisi.
 
Hasilnya, tim-tim Indonesia mendominasi kejuaraan.  Empat tim teratas di kategori Urban Concept dengan tipe energi ICE adalah tim Indonesia yang menggunakan ban protitpe FDR. Mereka berhasil finis dengan jarak tempuh diatas 200 km dalam 1 liter bahan bakar. Hasil lengkapnya bisa dilihat dalam tabel di bawah ini. 
 
Tim Sadewa dari Universitas Indonesia bahkan mematahkan rekor saat mereka kembali merebut juara pertama kategori Urban Concept ICE. Tim Sadewa berhasil menempuh jarak 375 km/liter atau 100 km lebih jauh dibandingkan hasil yang mereka catatkan tahun 2016 lalu, yaitu 275 km/liter.
 
“Kami bisa meraih juara pertama di SEM karena persiapan yang dilakukan sudah matang dan keyakinan tim terhadap mobil yang telah disiapkan, juga keyakinan terhadap driver dalam membawa mobil,” kata Jefri Alfonso Sigalingging dari tim Sadewa Universitas Indonesia
 
Tidak hanya itu, dua tim Indonesia yang didukung FDR, yaitu  Bengawan Team 2 dari Universitas Sebelas Maret dan  ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, juga akan lanjut ikut kompetisi tingkat dunia, yaitu Grand Final Drivers World Championship di London pada 28 Mei 2017. Mereka bersama DLSU Eco Car Team dari Filipina akan mewakili Asia untuk menghadapi tiga tim pemenang Drivers World Champion dari Amerika dan Eropa.
 
“Perbedaan yang dirasakan setelah pakai ban prototipe FDR adalah ban terasa lebih enteng, tidak terlalu mencekeram aspal sehingga meluncurnya bisa lebih enak,” kata Muhammad Ivan Fadhil Hendrawan dari Bengawan Team 2.
 
Teknologi ban
Menurut Jimmy Handoyo, technical service and development department head PT SRI, ban punya peran penting dalam kompetisi kendaraan hemat energi karena ban bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. 
 
“Koefisien gesek yang rendah mengakibatkan daya gelinding ban menjadi semakin ringan dan jauh yang pada akhirnya konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat. Perubahan langsung terlihat setelah memakai ban prototipe dari FDR. Ada tim yang bisa menempuh 200 km lebih jauh dibanding menggunakan ban reguler dalam  jumlah bahan bakar yang sama,” kata Jimmy.  
 
Eksistensi FDR dalam hal pengembangan teknologi ban hemat energi tidak hanya terbatas pada kompetisi saja namun, FDR telah berhasil mengimplementasikan teknologi tersebut dalam ban harian FDR. 
 
“Hasil riset ini melahirkan teknologi yang kami beri nama Eco Smart Tire (EST) yang sudah diterapkan di ban harian FDR Facio EST yang terbukti bisa menghemat konsumsi bahan bakar, “ kata Herry.
 
Walaupun begitu, proses riset dan kerjasama dengan para mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia masih akan terus berjalan. “FDR berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi terbaru pada produk-produk yang dihasilkan untuk menjawab tantangan kebutuhan konsumen di masa mendatang,” kata Herry.
 
Hasil akhir kejuaraan Shell Eco Marathon 2017 yang diraih oleh tim-tim yang menggunakan FDR:
 
Kategori Urban Concept, Energy type ICE
Peringkat Nama Tim Universitas Jarak Tempuh
1 Sadewa Universitas Indonesia 375km/l
2 ITS Team 2 Universitas Sepuluh November 336km/l
3 Garuda UNY ECO TEAM Universitas Negeri Yogyakarta 221km/l
4 Bengawan Team 2 Universitas Negeri Sebelas Maret 213km/l
7 SEMAR URBAN UGM INDONESIA Universitas Gajah Mada 186km/l
8
Antawirya
 
Universitas Diponegoro 151km/l
DNF Batavia Gasoline Team 2 Universitas Negeri Jakarta -
Note: Total peserta 32 tim (14 tim Indonesia, 18 tim dari negara-negara Asia)
 
Kategori Urban Concept, Energy type Battery-electric
Peringkat Nama Tim Universitas Jarak Tempuh
3 Nogogeni ITS Team 1 Universitas Sepuluh November 100km/kWh
7 Apatte 62 Team Universitas Brawijaya 83km/kWh
10 Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia 60km/kWh
Note: Total peserta 19 tim (3 tim Indonesia, 16 tim dari negara-negara Asia)